Idk

Idk
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2014

Tari Laweut


Tari Laweut adalah tari yang berasal dari Aceh. Laweut berasal dari kata "Selawat" yang artinya sanjungan yang ditujukan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Sebelum sebutan Laweut dipakai, pertama sekali disebut Akoon (Seudati Inong). Laweut ditetapkan namanya pada pekan Kebudayaan Aceh II (PKA II). Tarian ini berasal dari Pidie dan telah berkembang diseluruh Aceh. 

Gerak Tarian ini, yaitu penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan jalan gerakan barisan memsuki pentas dan langsung membuat kompoisi berbanjar satu, menghadap penonton, memberi salam hormat, dengan mengangkat kedua belah tangan sebatas dada, kemudian mulai melakukan gerakan-gerakan tarian. Tari Laweut dapat dikatakan mirip dengan tari Seudati, sehingga ada yang menyebutkan bahwa tari Laweut sebagai tari Seudati Inong. Di dalam pementasan tari ini terdapat syair yang dilantunkan, syair-syair tari Laweut mengandung pesan-pesan tersendiri seperti mengenai keimanan, pebangunan, dan pesan lainnya.

Sebelum sebutan Laweut dipakai, tarian ini mulanya disebut Seudati Inong, karena tarian ini khusus ditarikan oleh para perempuan. Gerak tarian ini, yaitu penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan jalan gerakan barisan memasuki pentas dan langsung membuat komposisi berbanjar satu, menghadap penonton, memberi salam hormat dengan mengangkat kedua belah tangan sebatas dada, kemudian mulai melakukan gerakan gerakan tarian.  





Kamis, 30 Januari 2014

Kabuki

Kabuki lahir pada zaman ketika Jepang menutup dirinya terhadap dunia luar (awal abad XVII). Kabuki merupakan teater melodramatik yang penuh warna-warni. Cerita Kabuki merupakan kisah seorang pintar dari kalangan biasa yang berhasil memperdaya orang lain dari kalangan atas. Kabuki identik dengan pemain seluruh nya laki-laki, dan laki-laki pemeran wanitanya disebut Onnagata.


Itu sedikit tentang Kabuki. Terimakasih, semoga ilmu kalian bertambah hehe.

Senin, 27 Januari 2014

Wayang Indonesia


Wayang
Pertunjukan wayang di Indonesia bukan saja sebuah kesenian, melainkan juga sumber nilai. Wayang dalam perkembangannya sebagai sumber nilai, menyerap berbagai ajaran tentang penghormatan kepada alam, nenek moyang, dan para dewa serta dewi. Pada masa penyebaran Hindu-Buddha, Islam, dan Kristen, kesenian wayang selalu dimanfaatkan sebagai media yang popular dan efektif untuk dakwah keagamaan. Meskipun sudah berkembang sejak masa Hindu-Buddha, kesenian wayang di Jawa mendapat sentuhan kreatif pada masa Islam. Wayang tetap mengandung inti cerita utama, seperti Ramayana dan Mahabrata. Kesenian wayang di Jawa menjadi alas dakwah dan pendidikan paling efektif juga telah diterima masyarakat sehingga tetap hidup dalam  berbagai jenis perkembangan wayang sampai sekarang. Dari kesenian wayang yang bernafaskan Islam tersebut lahirlah sebuah wayang diantara nya wayang kulit, wayang beber, wayang kayu, dan wayang krucil. 

Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi kalian ;) 
Terimakasih

Sabtu, 25 Januari 2014

Ragam Batik Indonesia

Hallo, disini gua mau kasih tau beberapa Ragam Batik di Indonesia.

Gambar : Batik khas Pekalongan
1. Batik Pekalongan : Ciri utama batik pekalongan yaitu ragam hias yang selalu berbeda, dan mengikuti perkembangan pasar. Selain itu warna yang cerah juga menjadi ciri khas nya. Batik pekalongan merupakan batik pesisir yang kaya akan warna dan sifatnya naturalis. Terkadang batik pekalongan memiliki hingga tujuh warna dengan kombinasi yang dinamis. 



Gambar : Batik khas Yogyakarta
2. Batik Yogyakarta : Batik keraton merupakan cikal bakal dari keberadaan batik Yogyakarta. Batik keraton hanya diperuntukkan bagi keluarga keraton. Motif nya pun berupa motif larangan berupa bentuk geometris. Batik Yogyakarta memiliki kesan klasik dan berwibawa. Batik Yogyakarta banyak memakai warna coklat, putih dan hitam. Beberapa motif mengeksporasi flora dan fauna, dan bentuk yang lain memiliki filosofi.

Gambar : Batik khas Indramayu
3. Batik Indramayu : Batik yang paling banyak dihasilkan adalah kain jarit dan sarung. Salah satu teknik pembuatan batik indramayu, yaitu dengan teknik "babar pisan" yang artinya hanya sekali dalam proses pelodoran. Ciri khas warna batik indramayu, yaitu gelap (tua) dan terang (putih). Ragam hias indramayu ditata sangant dinamis, ritmis, dengan gaya perpaduan ragam hias cina.

Gambar : Batik khas Cirebon
4. Batik Cirebon : Batik cirebon (Desa Trusmi dan Kalitengah) memiliki ciri khas utama, yaitu batik keraton dan batik bang-biron. Di samping itu, ada pula corak batik yang jarang dipakai untuk digunakan sehari-hari, tetapi sebagai simbol spiritual. Biasanya batik ini di hiasi kaligrafi Arab. Adapun ragam hias pada batik ini pada umumnya memakai flora dan fauna yang di stilir. Kebudayaan islam banyak mempengaruhi batik cirebon dengan menghasilkan motif-motif mega mendung (awan) baik pada batik maupun pada ukir kayu

Gambar : Batik khas Madura
5. Batik Madura : Tanjungbumi merupakan daerah penghasil batik yang memiliki corak yang rumit. Selain itu pembuatan nya juga sangat teliti dan banyak menampilkan isen-isen yang rinci. Ragam corak batik madura bersifat dinamis mengikuti perkembangan pasar. 




Sebenernya masih banyak ragam batik di Inonesia. Tapi cukup lah ya segitu hehe. Semoga ini bisa bermanfaat buat kalian, dan ilmu kalian bertambah. 

Kamis, 26 Desember 2013

Siapa Ibnu Sina?




Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah "Bapak Pengobatan Modern" dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).
Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).